CARA INSTALL WORDPRESS DI LOCALHOST posted by webriyan weryoe on oktober 2012

Posted on

Cara Install WordPress di Localhost
 Posted by webriyan weryoe on oktober 2012
 Posted in: Blog, Internet, komputer, trik & tips. Tagged: Cara Install, Install WordPress, localhost, WordPress, WordPress di Localhost. 

Tiba saatnya blog ini memaparkan tutorial web mengenai cara instalasi WordPress CMS pada localhost. Bagi pembaca yang mungkin baru pertama kali membaca di blog ini, saya sarankan untuk membuka terlebih dahulu postingan mengenai localhost dan setting localhost menggunakan XAMPP, supaya diantara kita ada persamaan persepsi. Setelah itu, hal yang tentu dibutuhkan adalah modul WordPress CMS yang bisa pembaca kenali dengan mendownloadnya di sini. Berikut langkah-langkah instalasi WordPress CMS pada Localhost:
Ekstrak terlebih dahulu paket modul WordPress CMS yang telah Anda download.
Anda akan menemukan sebuah modul yang berada di sebuah folder yang biasanya diberi nama “wordpress”.
Pindahkan folder modul WordPress CMS yang bernama “wordpress” tersebut ke dalam “C:\xampp\htdocs”. Yang paling utama diperhatikan adalah penyimpanan yang harus dilakukan di folder “htdocs”. Tidak masalah pembaca menginstal XAMPP pertama kali di drive D, F, atau yang lainnya, yang terpenting semua file web pembaca harus ditempatkan pada folder “htdocs” tersebut. Sebab ketika kita membuka URL web tersebut pada browser, sistem localserver XAMPP yang kita gunakan akan membaca folder htdocs tersebut dan akan mencari web yang dimaksud sehingga dimunculkan pada browser. Karena pada e-book panduan instalasi XAMPP yang bisa pembaca download dari sini dijelaskan bahwa XAMPP tersebut diinstal pada path C:\, maka kita menyimpannya di C:\xampp\htdocs. Itulah sebabnya sangat penting untuk menyamakan persepsi kita.

Jika sudah memindahkan atau mengcopy paste modul WordPress CMS tersebut, pembaca boleh mengganti nama folder “wordpress” sesuai keinginan Anda. Agar sama, kita akan mengganti dengan nama misalnya “webku”.

Buka browser pembaca, kemudian ketik alamat “http://localhost/phpmyadmin” pada address bar sehingga muncul halaman phpMyAdmin. Kita akan membuat database yang akan digunakan oleh wordpress CMS yang akan kita instal. Tenang saja, saya tidak akan mengajak Anda untuk berurusan dengan bahasa SQL. Cukup tulis nama database yang akan kita gunakan pada kotak di bawah tulisan “Create new database”. Misalkan kita beri nama “datawebku”. Kemudian klik tombol “Create” yang ada di sebelah kanannya.

Masih pada browser Anda, ketikkan juga alamat “http://localhost/webku” pada address bar-nya. Perhatikan bahwa alamat tersebut bergantung pada penamaan folder yang Anda berikan pada langkah 4. Karena kita memberi nama foldernya adalah “webku”, maka alamat URL-nya adalah “http://localhost/webku”. Namun, jika pembaca memberi nama lain misalnya “webnya”, maka alamatnya menjadi “http://localhost/webnya”. Artinya bahwa kita ingin yang ditampilkan pada browser adalah web yang ada di dalam folder “webku”. Sebenarnya bisa saja kita langsung menyimpan seluruh isi modul wordpress CMS tersebut kedalam folder “htdocs” tanpa harus dimasukkan kedalam folder “webku”, sehingga alamatnya akan menjadi “http://localhost/”. Biasanya hal ini dilakukan jika kita menyimpan secara online dan ingin web kita terbuka dengan alamat misalnya http://www.namadomain.com/”, bukan “http://www.namadomain.com/webku”. Namun, agar kita mudah dalam mengatur web-web yang kita buat dengan memanfaatkan localhost, sebaiknya file-file web tersebut dimasukkan kedalam satu folder. Apalagi jika kita ingin menginstal atau membuat web lain pada localhost tersebut, tentu kita tidak ingin file web-web tersebut bercampur dan tidak beraturan. Sekalian kita belajar management files.he3x.
Pada browser pembaca akan muncul tampilan wordpress error seperti gambar di bawah ini karena belum terdapat file bernama wp-confic.php. File tersebut merupakan file yang berisi setting (konfigurasi) untuk web WordPress CMS kita. Untuk membuat file konfigurasi tersebut, lik tombol yang bertuliskan “Create a Configuration File”.

Selanjutnya akan muncul halaman “Setup Configuration File” seperti berikut ini. Klik tombol yang bertuliskan “Let’s Go!”.

Halaman yang selanjutnya muncul adalah halaman isian untuk setting konfigurasi.
Dabase Name : isi dengan mana database yang kita ciptakan pada langkah 5, yaitu “datawebku”.
User Name : isi dengan username yang punya akses untuk masuk ke dalam sistem phpMyAdmin pada server yang kita gunakan. Untuk localhost dengan XAMPP, biasanya usernamenya adalah “root”. Pembaca boleh membuka e-book panduan instalasi XAMPP untuk mengetahui user apa saja yang mempunyai akses pada phpMyAdmin di localhost pembaca.
Password : kosongkan saja. Hal ini juga telah dibahas pada postingan mengenai e-book panduan instalasi XAMPP untuk localhost.
Database Host : karena kita menyimpan/menghosting web kita pada localhost, maka isi dengan “localhost”.
Table Prefix : digunakan untuk mengunikkan tabel pada database “datawebku”. Untuk sementara gunakan yang default, yaitu “wp_”.

Setelah itu klil tombol Submit.

Jika pengaturan sudah benar, maka akan muncul halaman seperti di bawah ini. Klik tombol Run the install.

Selanjutnya Anda akan diminta untuk mengisi informasi tentang web yang akan Anda buat dengan WordPress CMS ini.
Blog Title : isi dengan judul web Anda yang akan terlihat pada title bar browser.
Your E-mail :isi dengan alamat email Anda (anda boleh mengisi dengan sembarang email jika tidak mempunyai alamat email).
Beri centang pada kotak kecil disamping tulisan “Allow my blog to appear…” jika ingin web yang akan Anda buat terlihat pada Google dan Technorati.

Setelah semua dirasa benar, klik tombol Install WordPress.

Akhirnya instalasi Woredpress CMS pada localhost berhasil. Pembaca akan ditunjukkan username serta password yang akan pembaca gunakan untuk masuk ke halaman administrator pada wordpress CMS pembaca. Jangan tutup terlebih dahulu halaman tersebut. Anda harus mengingat atau jika perlu mencatat password tersebut.

Selanjutnya, buka tab atau wondow baru pada browser Anda. Kita akan mencoba masuk untuk pertama kali ke halaman administrator atau untuk wordpress biasanya disebut halaman “Dashboard”. Ketik alamat “http://localhost/webku/wp-admin”. Alamat tersebut merupakan alamat halaman Dashboard web WordPress CMS yang telah Anda instal tersebut. Masukkan username dan password yang sesuai yang telah ditunjukkan pada langkah 12.
Agar pembaca mudah mengakses Dashboard pembaca, sebaiknya ganti password yang diberikan tadi dengan password yang mudah Anda ingat. Caranya klik menu “Users” yang ada di side kiri Dashboar wordpress Anda. Akan ditunjukkan list user yang telah ada. Klik pada user “Admin” untuk merubah informasi yang digunakan oleh Admin.

Lihat dibagian paling bawah akan ada kotak isian untuk password baru. Isi dengan password yang Anda kehendaki pada kotak disamping tulisan “New Password”, kemudian klik tombol Update Profile.

Untuk melihat tampilan wordpress CMS yang telah Anda instal, silahkan ketikkan pada browser dengan alamat “http://localhost/webku”. Dan ini adalah keseluruhan file web wordpress CMS tersebut. Anda tidak perlu lagi repot membuat halaman-halaman tersebut sampai tenggelam ditumpukan script bahasa pemrograman PHP MySQL. Hanya dengan beberapa langkah saja, Anda sudah mendapatkan sebuah website utuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s